Posisi Duduk Tentukan Kebiasaan & Bisnis Makanan


image
Sumber foto: Dokumen pribadi
Suatu kali saya dan suami diundang ke acara jamuan makan malam dari seorang teman di hotel berbintang lima. Acara jamuan makan malam berbentuk buffet atau prasmanan istilahnya. Jadi setiap tamu akan disajikan dalam berbagai menu makanan ala western yang letaknya di sentral, depan langsung podium. Lalu di sisi kanan dan kiri ruang tengah adalah pos-pos makanan asia beraneka ragam dan pencuci mulutnya.

Setiap tamu datang dipersilahkan duduk secara bebas kecuali tamu khusus depan podium. Kami masuk setelah namanya tercetak di daftar tamu, “Herr und Frau?” tanya petugas di pintu masuk. Suami langsung menyikut saya untuk tentukan posisi duduk. Saya melihat sekeliling ruangan, entah mengapa saya merasa nyaman duduk di pojok ruang, menjorok keluar namun masih bisa terlihat dari podium. Yeah! Suami sempat menunjukkan ketidaksetujuannya duduk di situ, tetapi akhirnya dia takluk juga daripada bingung cari posisi duduk.

Saat duduk, saya tanya alasannya tidak suka duduk di situ. Alasannya jauh mengambil makanan sehingga cenderung malas makan. Hmm, masuk akal. Saya memperhatikan tiga pria di sekitar meja yang dekat dengan kami juga memilih ngobrol satu sama lain. Mereka memilih ambil minuman yang ditawarkan pramusaji. Saya dengar samar-samar, diantara mereka juga malas mengambil setumpuk makanan di tempatnya. Saya pun jadi ikut-ikutan.

Jadi, salah satu trik diet adalah posisi duduk yang jauh dari pusat makanan. Apakah anda pernah mencobanya?

***

Lain lagi soal posisi duduk, suatu saat saya dan suami mampir di suatu restoran di mall Jakarta. Sebelum kami masuk, saya dan suami sudah mengamati dari kejauhan, bahwa kami akan datang ke restoran tersebut untuk makan di lantai dua. Saat kami masuk, petugas penyambut tamu meminta kami duduk di depan. “Loh, terserah saya dong mau makan di mana,” jawab saya ketus. Petugas pun menjawab, “Kursi di meja depan harus terisi dulu penuh baru kemudian pilihan duduk di atas atau di belakang.”

Karena sudah lapar, saya menyetujui saja duduk yang dipilihkan pramusaji. Rupanya, strategi bisnis seperti ini benar adanya, tak beberapa lama datang beberapa keluarga masuk juga memenuhi bagian depan restauran.

Jadi, salah satu trik bisnis restauran adalah meminta pelanggan duduk sesuai pilihan pramusaji dengan memenuhi area depan. Konon, jika terlihat banyak pengunjung yang makan menjadi indikator larisnya restauran tersebut sehingga mengundang pengunjung lain untuk datang makan. Bahkan beberapa restauran memasang tulisan “Reserved” agar bisa menempati sesuai strategi duduk yang ditentukan manajer restauran.

Ada pengalaman lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s