Peran Ayah Memang Tak Tergantikan


Kita pasti sepakat bahwa menjadi orangtua bukan perkara mudah, apalagi tidak pernah ada latihan untuk memulainya. Orangtua merupakan fondasi awal bagaimana karakter seorang anak dibentuk. Apa pun yang terjadi pada anak, baik atau buruk, selalu disebabkan oleh pengasuhan dan siapa orangtuanya. Ada anak nakal dan suka berkelahi, lalu seluruh orang di sekitar anak itu pasti akan bertanya, “Siapa orangtuanya?” Ada anak berprestasi dan mendapat juara, seluruh orang pun bertanya, “Siapa orangtuanya?”

Semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk mencukupi kebutuhannya. Orangtua bekerja keras agar anak terpenuhi atau secara finansial tidak kekurangan. Kesibukan tak henti agar anak bisa hidup berkecukupan. Hingga akhirnya peran ayah pun tergantikan karena ayah yang tak punya waktu alias sibuk bekerja. Sebagian orangtua malah berpikir pengasuhan hanya pada pundak ibu semata. Lebih parah lagi jika orangtua menyerahkan pengasuhan sepenuhnya pada pihak ketiga, seperti asisten rumah tangga, dlsbg. Usut punya usut jika mendengarkan curhat teman-teman, persoalan kehidupan yang mereka alami tidak terlepas dari masa lalu, termasuk pengasuhan dan orangtua. Ketiadaan peran ayah di masa kecil apalagi menentukan perkembangan emosional mereka di masa kini, seperti ketidakbahagiaan.

Sebagaimana yang dikutip dalam laman daily mail 2012 bahwa cinta seorang ayah ternyata penting dalam kehidupan anak. Adalah Profesor Ronald Rohner, seorang peneliti mengatakan bahwa cinta ayah adalah kunci untuk perkembangan anak. Dia berharap temuannya akan memotivasi lebih banyak pasangan orangtua terlibat dalam merawat anak-anak mereka. Temuan ini berdasarkan kajian terhadap lebih dari 10 ribu kasus anak lelaki dan anak perempuan yang mengungkapkan figur ayah yang dingin atau ketiadaan peran ayah sehingga merusak kehidupan anak tersebut. Di era serba sibuk dengan rutinintas pekerjaan untuk kebutuhan finansial, pada akhirnya disimpulkan bahwa tidak hanya peran ibu semata dalam mengasuh anak, ayah juga figur utama.

Pernyataan ini menegaskan bahwa anak-anak dalam keluarga butuh figur ayah di rumah dalam membangun impian dan masa depan anak. Jika kita setuju bahwa orangtua harus memberikan yang terbaik untuk anaknya, berikanlah cinta dan kehadiran anda juga sebagai ayah. Niscaya anak-anak akan tumbuh dewasa yang bahagia, nyaman dan sehat.

* Untuk seorang teman baik yang sedang menjadi ayah.

Sumber bacaan:
( http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2158671/Love-father-contributes-childs-development-mother-study-claims.html)

http://www.scientificamerican.com/article/how-dads-influence-teens-happiness/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s