Hebatkan Dirimu Lewat Tulisan!


1_blog
Andai sedari kecil, kita sudah berlatih menulis untuk mendokumentasikan apa saja yang dipelajari di kelas, luar biasa nantinya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Beberapa pekan ini, saya sibuk sekali dengan tugas rutin. Tiba-tiba muncul email dari pengaggum tulisan-tulisan saya. Dia mengaku begitu, fans berat setiap berkunjung ke blog saya. Wah, luar biasa! Saat ini saya memang sedang tidak mood untuk menulis, rasanya tidak ada ide. Ternyata di luar sana, masih ada orang yang memperhatikan dan menyimak berbagai tulisan saya, meski itu semua hanya buah pikiran. Menulis itu jika dipaksakan, hasilnya juga tidak bagus. Menyatukan kata menjadi kalimat lalu menyusunnya menjadi ide ternyata juga tidak mudah. Pantas saja, jika saya melakukan pelatihan menulis, komentar mereka juga sama, tidak ada ide meskipun setiap hari berhadapan dengan alat tulis, atau komputer.

Di suatu sore, saya berbincang dengan seorang kawan lama lewat skype. Rupanya kawan saya juga menantikan tulisan saya di blog, saya mengeluh bahwa sedang tidak mood. Lalu kami ngobrol tentang orang lain yang memiliki perangai yang tidak kami sukai. Teman saya mengatakan bahwa tulisan saya di blog mampu mengubah pribadi orang yang tidak disukai tadi. Wow! saya terkesan sekali. Bagaimana perubahan itu terjadi?  Dia pun tidak tahu.

Lewat tulisan, kita tidak pernah tahu bahwa dunia bisa berubah. Saya senang membaca sejak kecil. Banyak tulisan yang saya baca mampu mengubah hidup saya. Sejak itu, saya bertekad saya harus bisa melakukan lebih dari sekedar membaca, yakni menulis.

“Menulis tidak hanya menceritakan, ingat itu!” kata temanku sore itu. Ia begitu bersemangat membuatku menulis lagi. Ia mengatakan bahwa tulisan yang menginspirasi bukan kritikan, cacian, makian atau omelan. Dunia ini sekarang berkembang ke arah revolusi komunikasi.

“Tulisanmu mampu mengkomunikasikan satu dengan yang lain. Kau pasti punya banyak teman lewat tulisanmu,” katanya lagi. Saya memang mendapatkan email dari berbagai dunia hanya karena tulisan saya.

Ini kisah nyata, bahwa tulisan itu mengubah dunia.

Anda ingat nama tokoh yang diajarkan dalam pelajaran sejarah sewaktu di sekolah dulu, Multatuli? Yups, Multatuli atau Douwes Dekker dimasukkan sebagai penulis dunia ternama dalam Die Welt Bibliothek. Karya tulisannya yang menyentuh berjudul “Max Havelaar” berisikan tentang sistim tanam paksa (Cultuurstelsel) yang terjadi di Lebak, Banten di jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1860. Ia juga menyisipkan roman di dalamnya. Pembaca akan tersentuh dengan kisah dalam buku tersebut. Rupanya buah pikiran ini mampu mengubah dunia, meski butuh 10 tahun. Pada tahun 1870, sistim tanam paksa dihapuskan di Indonesia dengan terbitnya UU Agraria tahun 1870. Anda bisa bayangkan bahwa tulisan mampu mengubah sesuatu?

Baru-baru ini saya juga membaca seorang perempuan Indonesia yang berhasil selamat dari “human trafficking” di USA (http://jateng.tribunnews.com/2016/04/02/kisah-wni-yang-sempat-jadi-budak-seks-di-amerika-serikat-2?page=2) Kisah yang panjang berawal di tahun 2001 untuk memulai hidup yang baru di negeri Paman Sam, malah naas membawa nasibnya tidak sesuai impian. Berkat tulisan yang sering ia lakukan, ia mampu menunjukkan bukti kejahatan yang selama ini dialaminya. Tulisannya mampu mengungkapkan banyak hal termasuk menginspirasi dia untuk didaulat menjadi United States Advisory Council on Human Trafficking sehingga tidak ada lagi perempuan yang terlibat dalam kejahatan yang sama seperti yang dialaminya. Lihat, tulisan mampu mengubah dunia!

Masih banyak lagi cerita hebat tentang tulisan. Saya jadi ingat seorang teman pernah berkata, “Jika ingin hebat, lawanlah dunia dengan tulisan, bukan omongan atau senjata.”

Semangat menulis!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s