5 Tips Wawancara Media ke Anak


image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Dalam menggali informasi yang dijadikan narasumber, memang tidak serta merta hanya orang dewasa yang bisa dijadikan sumber berita. Bisa jadi kita juga memerlukan anak-anak untuk dijadikan narasumber berita. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, ada 5 tips mewawancarai anak:

1. Bangun suasana yang ramah dan santai (rileks)
Tidak semua anak merasa nyaman diwawancarai, apalagi anda adalah orang asing untuk mereka. Jika mereka adalah narasumber buat anda, awalilah dengan membangun suasana yang nyaman (rapport yang baik) sehingga anak tidak cemas, takut, tegang malah justru jadi semakin tertutup. Perkenalkan diri anda dengan ramah secara singkat dan jelaskan tujuan anda mewawancarai mereka. Setelah anak merasa nyaman, hal pertama sebelum wawancara adalah meminta kesediaan anak untuk diwawancarai. Di beberapa organisasi bahkan perlu ada pernyataan tertulis  dari anak bahwa mereka bersedia diwawancarai.

2. Siapkan pertanyaan yang ringan, menyenangkan dan positif
Langkah selanjutnya adalah siapkan pertanyaan yang ringan dan mudah dijawab oleh anak. Misalnya, daripada bertanya “Bagaimana cara gurumu mengajar di kelas?” lebih baik bertanya “Apakah guru di kelas memintamu diskusi bersama teman?” Setelah dijawab, bisa dilanjutkan, “Coba ceritakan diskusi di kelas seperti apa!” Pilih juga pertanyaan yang positif yang mengarahkan jawaban yang disukai anak, misalnya “Mengapa kamu suka pelajaran IPA?” Kita sudah bertanya terlebih dulu apa kesukaannya.

3. Simulasikan wawancara sebelum pengambilan gambar yang sesungguhnya
Simulasi itu penting agar respon dan jawaban anak sesuai kebutuhan kita. Jangan paksa anak jika dia sedang tidak mood! Simulasi juga menjadi latihan bagi anak sehingga saat kondisi sesungguhnya, anak menjadi rileks dan nyaman.

4. Posisi anda sederajat
Buatlah diri anda seolah-olah sederajat dengan anak lewat posisi tubuh anda! Anda bisa duduk bersama anak sehingga mudah dijangkau anak. Atau, anda bisa membungkuk untuk menyesuaikan posisi anak berdiri saat diwawancarai.

5. Beri reward di akhir wawancara.
Apapun yang terjadi dengan wawancara, sesuai kebutuhan atau tidak maka perlu disampaikan apresiasi atas partisipasi anak. Jangan biasakan pula memberi reward dalam bentuk uang tunai! Anda bisa menggantinya dengan sovenir yang bermanfaat untuk anak.

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s