Mengapa Kita Tidak Bisa Menyenangkan Hati Semua Orang?


image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Ada seorang yang hidupnya selalu disenangi banyak orang. Dia berprinsip harus bisa menyenangkan hati semua orang. Suatu saat dia datang pada saya dan mengeluh begini, “Saya lelah. Saya sudah ikuti apa mau mereka satu per satu supaya mereka senang. Tetapi mereka tidak pernah puas. Apa sih mau mereka?”
Saya yang mendengarnya turut prihatin dan balik bertanya, “Apa kamu sudah merasa bahagia?” Dia pun menggeleng.

Apakah menyenangkan hati semua orang bisa anda wujudkan? Tidak! Kalau begitu, mengapa perlu menyenangkan hati semua orang?

Mengapa kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang?
Karena

1. Manusia itu unik
Si A senangnya 1. Si B senangnya 2. Si C senangnya 3, dan seterusnya. Begitu hebatnya Tuhan hingga tidak pernah ada orang yang sama di dunia ini, meski kembar sekali pun. Sangking uniknya manusia, anda tidak bisa menyenangkan hati mereka semua. Jika ada 100 orang yang ingin anda bahagiakan, itu artinya anda harus melakukan 100 cara yang berbeda untuk mereka semua. Buat apa menyenangkan hati semua orang kalau hati anda sendiri tidak bahagia?

2. Kita tidak bisa meramalkan masa depan
Jika kita bisa meramalkan masa depan, tentu anda akan tahu apa yang ingin dikehendaki orang satu per satu. Sayangnya tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa meramalkan dengan tepat dan baik tentang masa depan. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Jadi buat apa bersusah payah menyenangkan hati semua orang jika masa depan sendiri belum bisa ditentukan?

3. Standar kepuasan setiap orang berbeda
Suatu saat saya bertanya ke beberapa orang yang saya kenal, “Apa yang anda cari di dunia ini?” Jawabannya bervariasi. Ada yang mirip sama, ketika saya gali lagi rupanya standar pencariannya berbeda. Mengapa berbeda? Karena tingkat kepuasannya berbeda pula. Kepuasan itu menentukan mereka senang atau tidak. Anda tidak bisa menyenangkan hati semua orang karena mereka belum tentu puas dengan perlakuan anda.

“Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan?” tanya seorang kepada guru bijak. Sang guru pun menjawab, “Dunia terasa baik maka kamu akan bersikap baik. Atau, kamu melakukan yang baik maka dunia juga akan baik padamu.”

Anda bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s