Mempersiapkan Bincang-bincang (Talk Show) di Radio


talk show radio
Sumber foto: Dokumen pribadi

Meski kini paling banyak disajikan talk show di televisi, namun bagi mereka yang tinggal di wilayah remote semacam pedalaman dan terpencil, radio masih dimanfaatkan sebagai sumber informasi. Radio umumnya menjadi saluran media yang berpengaruh sebagai informasi publik bagi mereka yang tidak punya waktu untuk menonton tivi atau tidak memiliki tivi di rumahnya. Jangkauan radio begitu luas bahkan dengan ponsel sekalipun masih bisa diperdengarkan, sementara televisi masih memerlukan listrik dan ketersediaan akses layanan penerima gambar atau antenna.

Nah, bagaimana menyusun naskah talk show di radio? Ini dia saya berbagi pengalaman:

  • Tentukan radio yang ingin dituju!

Ada banyak radio berseliweran jika anda membuka saluran radio baik itu di rumah, mobil maupun online. Terkadang setiap radio memiliki segmen pasar tertentu misalnya untuk orang muda, perempuan dan ibu rumah tangga atau khalayak umum. Untuk tujuan siaran ini, sebelum menentukan radio yang dituju, pilih dulu siapa jangkauan yang diharapkan untuk talk show anda? Jika umum, pilih radio yang memiliki jangkauan luas hingga ke wilayah terpencil, misalnya.

 

  • Kirim surat permohonan kepada radio!

Setiap radio memiliki agenda kerja yang diatur secara periodik. Agar acara talk show yang ingin anda lakukan berjalan dengan baik, kirimkan dulu surat permohonan kepada radio yang dimaksud. Sebaiknya jalin dulu hubugan dengan pihak humas atau telpon ke pihak radio tersebut bagaimana mengajukan permohonan slot tayang. Ada baiknya anda mengirimkan surat permohonan sebulan sebelum rencana siaran. Jika anda memiliki kemitraan hingga setahun dengan radio tersebut misalnya, anda bisa lakukan siaran setiap bulan sekali maka diperlukan rencana tema dan waktu slot tayang radio tersebut.

 

  • Persiapkan waktu siaran!

Kapan pelaksanaan siaran? mulailah merinci hari, tanggal dan jam siaran. Berapa lama siaran akan dilaksanakan? satu jam, dua jam?

 

  • Tentukan tema bincang-bincang!

Apa yang ingin dijadikan garis besar atau benang merah dari siaran anda? Sebaiknya anda bisa mengkaitkan tema dengan hari perayaan/peringatan tertentu. Misalnya, anda ingin berbicang tentang kesadaran membaca buku saat menjelang Hari Aksara Sedunia. Tema akan membantu anda memilah konsep siaran dan narasumber yang tepat untuk kebutuhan siaran anda.

 

  • Siapkan narasumber!

Agar siaran anda benar-benar memenuhi tujuan anda, yakni menjangkau publik dengan informasi yang benar dan tepat maka anda juga memerlukan orang yang tepat pula sebagai narasumber. Siapa narasumber untuk siaran anda? Sebaiknya pilih yang memang sesuai dengan tema siaran anda. Untuk memaksimalkan tujuan anda, undang narasumber dari jauh-jauh hari agar mereka bersedia hadir. Narasumber juga membantu kita menyampaikan maksud dan tujuan siaran sesuai kebutuhan kita. Narasumber bisa jadi tenaga ahli atau public figure untuk tema anda. Atau anda juga bisa mengundang penerima manfaat atau orang yang bisa berbagi pengalaman. Misalnya anda ingin membangu kesadaran membaca maka anda bisa mengundang orang yang suka baca seminggu lebih dari 5 buku.

 

  • Tentukan format siaran!

Format siaran ini menyangkut kesanggupan dari pihak radio untuk memenuhi slot tayang permintaan anda. Ada yang bersedia melaksanakan siaran secara langsung (live) namun ada pula yang harus melakukan tapping atau rekaman. Tidak ada kelebihan atau kekurangan masing-masing format, sama saja tergantung bagaimana anda menyesuaikannya. Pengalaman format radio dilakukan tapping dikarenakan kondisi narasumber yang tidak bisa melaksanakan live pada waktu yang ditentukan. Jadi tidak melulu karena pihak radio saja untuk menentukan format siaran. Jika anda memiliki anggaran advertorial, maka radio biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan anda sesuai slot advertorial yang terjadwalkan.

 

  • Susun konsep siaran!

Konsep siaran ditentukan sejauh pengelolaan jam siaran yang diberikan. Jika diberikan waktu satu jam, maka selama 60 menit anda harus memikirkan pembagian segmen yang tepat. Meski anda telah membayar radio untuk slot tayang tersebut tetapi pihak radio biasanya akan memberikan jeda agar talk show dapat berlangsung efektif dan tidak membosankan. Sebagai contoh untuk siaran 60 menit, saya biasanya membaginya menjadi empat segmen. Segmen tersebut terbagi sesuai dengan tema besaran siaran.

 

  • Persiapkan naskah talk show

Untuk siaran radio, saya terbiasa membuatkan naskah talk show agar narasumber dan host radio memiliki gambaran kebutuhan yang diperlukan. Naskah talk show berisi tentang pertanyaan dan jawaban yang relevan dengan tema. Awali naskah dengan pengantar siaran yang kelak akan dibaca oleh host radio di awal bincang-bincang. Pengantar bisa berisi data dan profil program.

 

  • Bantu dengan pertanyaan dan jawaban dari diskusi

Selama siaran, siapkan juga jawaban dari pertanyaan yang mungkin ditanya oleh khalayak yang mendengarkan. Apakah bincang-bincang bersifat tertutup? atau semi terbuka? jika tertutup kemungkinan pertanyaan yang dilayangkan dari khalayak hanya melalui sms atau saluran media yang tertutup dan tidak langsung kepada narasumber. Jika ada jeda dari segmen, siapkan juga jawaban dari pertanyaan yang dikirimkan. Ada pula tanya jawab langsung yang dibuka oleh host kepada narasumber. Untuk itu, anda mesti sigap dengan jawaban-jawaban untuk para narasumber.

 

Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s