Mengapa Perempuan Tak Suka Ditanya Soal Umur?


image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Saya sebagai perempuan juga menyadari jika saya ditanya hal itu, apakah saya akan berkata jujur atau berbohong soal umur. Malah dulu saya pernah tulis bahwa perempuan punya kecenderungan berbohong soal umur. Jika anda perempuan, apakah anda suka jika ada orang yang bertanya tentang umur anda?

Di Indonesia, mungkin sudah lebih dari 10 orang yang bertanya berapa usia saya secara langsung saat bergaul. Buat saya hal ini adalah hal yang wajar, apalagi saat usia saya masih muda, alias masih usia belasan atau dua puluhan. Saya akan lantang menjawab usia saya. Namun tidak untuk etika internasional, mengapa? Seorang perempuan lulusan luar negeri dan punya karir mapan memperkenalkan hal ini pada saya. Saat itu usia saya masih dua puluhan, masih kuliah dan cari uang tambahan. Saya kagum pada sosok perempuan mandiri, cerdas dan sukses ini. Lalu pada suatu kesempatan, saya penasaran berapa usia perempuan ini. Saat saya tanya, perempuan ini menjawab, “Anna, this is rude if you ask my age. Itu tidak sopan dalam pergaulan internasional.” Oopss!!! Sejak itu saya belajar untuk tidak bertanya soal usia secara langsung pada seorang perempuan. Jika saya penasaran, saya akan langsung mengenali dari kebiasaan, selera musik, atau konten yang dibicarakan. But anyway, mengapa perempuan tidak suka ditanya soal usia?

Berikut hasil pengayaaan saya sebagai perempuan,

  1. Age is only number but it is a kind such labels. Anda pasti setuju semua bahwa usia adalah sekedar angka. Yups, that’s true. Tetapi siapa sangka ada faktor budaya dan psikologis yang mengkaitkan usia dengan hal tertentu. Misalnya, saya pernah bertugas di wilayah pedalaman Indonesia. Mereka tertarik dengan pribadi saya yang ramah dan baik, hingga akhirnya mereka pun bertanya berapa usia saya? Saat saya jawab jujur, ini respon mereka, “Wah, Mbak Anna pintar dan baik tetapi sayang sekali ya belum menikah.” Saat mereka berkata seperti itu, saya seperti ingin lari ke gunung menyendiri. Ini seperti kesalahan buat saya mengapa masih melajang saat usia sudah kepala tiga. Tentu saya tidak bisa marah kepada mereka, namun mereka seperti memberi label bahwa perempuan sudah harus menikah sebelum usia kepala tiga. Ini soal budaya, belum lagi soal psikologis. Misalnya, ada seorang teman saya yang mengeluhkan rekan kerjanya yang adalah seorang perempuan berusia matang sekitar empat puluhan tetapi masih bersikap seperti anak kecil terutama saat menghadapi masalah kantor. Teman saya ini bertanya, apa yang menyebabkan rekan kerjanya seperti itu.Saya cuma menjawab, “Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi bijaksana adalah pilihan.” Masih ada orang yang mencap seseorang berdasarkan usianya, “Gimana sih sudah tua, masih berlaku seperti itu!” Hmm, akhirnya saya berpikir mungkin ini yang menyebabkan perempuan tidak suka ditanya soal usia. “Kalau situ sudah tahu usia saya, terus kenapa, ada masalah?” itu jawab seorang perempuan yang sinis saat ditanya.
  2. Age has a strong correlation with physical attractiveness. Pernah suatu kali, saya mendengar seseorang berkata begini, “Wah, anda cantik sekali. Usia anda pasti dua puluh lima.” Perempuan yang disanjung itu pun menyahut, “Duh, anda salah besar. Sesungguhnya usia saya sudah lima puluh tahun loh.” Saya mendengarnya cuma bisa terkagum-kagum, hebat juga usia lima puluhan tetapi terlihat seperti dua puluhan. Nah, jadi usia bisa dihubungkan dengan kecantikan dan pesona seorang perempuan. “Umur lo berapa, sih? Kok lo kelihatan sudah tua sih!” seru seorang teman berkata pada teman yang lain. Hmmm, saya lalu berpikir bahwa bisa jadi ini alasan perempuan tidak suka ditanya usianya. Beragam kosmetik dan operasi plastik mampu menutupi usia perempuan sesungguhnya.
  3. “It is impolite, Anna!” kata teman saya asal Inggris saat saya berdiskusi tentang etika internasional bahwa perempuan tidak suka ditanya usia. Oh, jadi memang tidak sopan dan terdengar kasar jika kita bertanya usia secara langsung pada perempuan. Pertanyaan usia begitu sensitif untuk perempuan. Katanya sih, perempuan merasa terancam dan tidak nyaman untuk menjawab usianya secara langsung, apalagi bertanya di area publik dan banyak orang. Akhirnya, ini kalimat sakti dari saya, bahwa setiap orang itu unik tidak terlepas dari berapa pun usianya. Mereka tidak suka dibanding-bandingkan. Hmmm, masuk akal sih jika perempuan tidak suka ditanya usianya.

Mungkin anda bisa terapkan cara saya jika penasaran soal usia seorang perempuan. Identifikasi dari minat, selera musik, gaya berpakaian atau artis yang diidolakan. Lantas, anda tanya mengapa mereka tertarik dengan hal itu? pasti mereka akan bercerita soal kenangan dalam lagu atau artis idola tersebut. Atau tips dari saya, anda jangan langsung bertanya di hadapan publik yang membuat mereka tersinggung. So bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s