Reality VS Fantasy: Anda Termasuk Tipe Mana?


“Sayang, apa yang akan kau lakukan jika punya uang satu Triliun?” tanya orang Fantasy. Sahut orang Reality, “Bagaimana saya bisa melakukan apa yang saya mau wong sekarang saya tidak punya uang sebanyak itu?” Fantasy yang mendengar cuma bisa pasrah dan mengeluh, “Ini kan pengandaian. Seandainya kamu punya uang sebanyak itu, apa yang dilakukan?” Reality yang mendengar semakin protes dan menjawab “Hey, saat ini aku tak punya uang sebanyak itu. Itu tidak masuk akal hanya mengandaikan saja.”

Nah dari dialog di atas, anda termasuk tipe mana? Orang Fantasy membangun pemikiran dengan imajinasi yang kreatif, bahkan terdengar tidak masuk akal. Misalnya “Seandainya saya bisa seperti dia, saya akan membeli mobil dan rumah mewah. Setiap minggu ikut perawatan wajah dan rambut. Setiap bulan bisa liburan dan sebagainya.” Sayangnya anda tidak seperti dia yang bisa membeli mobil dan rumah mewah tersebut.

Orang Fantasy menyahut Hey, we unknown the future. Nasib orang siapa yang tahu.” Sepuluh tahun kemudian perempuan tersebut meninggal lalu Fantasy terpilih menikahi pria kaya itu. Fantasy kemudian melakukan seperti yang diimpikannya. Apakah ini terdengar masuk akal? Who knows ya?

“Jika saya jadi pemimpin, saya akan merombak sistim ini dan membuat keadilan bagi banyak orang,” seru Fantasy. Orang-orang sekitar cuma memandang remeh lalu berkata, “Hello, who do you think you are. Orang hebat pun belum bisa melakukannya.”  Tuhan mendengar doa Fantasy, dia pun jadi pemimpin. Jangan pernah meremehkan Fantasy!!!

Lalu bagaimana dengan Reality?

Orang Reality membangun konsep pemikiran dengan hal-hal logis, rasional dan keadaan yang berlaku. Mereka tidak suka yang muluk-muluk dan terkesan irasional. “Bagaimana kamu bisa mendapatkan satu milyar sedangkan kamu saat ini tidak bekerja, tidak ikut lotere dan hidup yatim piatu?” seru Reality. Mereka mengacu pada keadaan yang terjadi. Mereka bukan tipe pesimis hanya saja segalanya dilakukan berdasarkan kenyataan yang ada.

Orang reality memandang masa depan bergantung bagaimana keadaan di masa kini. Mereka tidak punya waktu untuk berandai-andai. Toh, tidak ada rumus kebetulan bagi mereka. Mereka yang kerja keras dan pantang menyerah akan mendapatkannya. Reality diperlukan untuk menyadarkan Fantasy agar tidak terlewat batas kesadaran dan kenyataan.  Serem juga ya!!! “Bisa-bisa kamu jadi gila bila kelamaan berkhayal,” seru Reality pada Fantasy.

“Fantasy itu PERLU tetapi Reality itu PENTING!” kata orang bijak. Bagaimana pun tipe anda, kita tidak dapat mengendalikan kehidupan dan waktu. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s