Bagaimana Mengenali Personal Branding?


img_8706
Sumber foto: Dokumen pribadi

Ini masih soal branding lagi. Menciptakan personal brand identity itu tidak mudah, namun juga tidak sulit. Intinya, kepribadian manusia bersifat dinamis. Kita dan juga saya bisa belajar dari pengalaman, lingkungan sekitar, buku bacaan, kisah orang hebat di dunia, dan sebagainya demikian pula branding yang anda ciptakan sendiri. Dulu seorang memiliki branding sebagai pemabuk, nakal, ugal-ugalan dalam mengendarai motor dan segudang imej jelek lainnya, lalu kini berubah seratus delapan puluh derajat. Brandingnya pun berbeda.

Untuk bisa mengecek seperti apa branding anda, anda bisa tanyakan pada orang terdekat. “Hey, jika diminta 3 kata saja, apa yang dipikirkan kamu tentang saya?” Kira-kira apa jawaban orang terdekat tersebut. Bisa saja jawabannya berkaitan dengan sifat, bentuk fisik, pekerjaan, hobi, kebiasaan, dsb.

Namun bagaimana mereka mengenali branding kita?

  1. Originalitas

Si A bercerita pada B begini, “Hey, saya tidak suka dengan C karena C adalah orang yang pemarah, cenderung emosional dan temperamental.” Selang tak berapa lama, B bertemu dengan C. “Hey C, kemarin saya bertemu dengan A. Kata A, kamu adalah orang yang pemarah.” C yang mendengar kalimat B sontak langsung emosional. “Kurang ajar A! Brengsek, dia tidak tahu siapa saya? Dimana A?” seru C. C langsung mencari A dan memaki-maki A. Apa yang anda pikirkan tentang C? Apakah benar C itu pemarah?

Branding C langsung mudah ditebak ketika dia begitu mudahnya marah-marah hanya karena B menyampaikannya soal A. Wajar saja, mungkin A tidak suka dengan C. Mungkin anda bertanya, buat apa B menceritakannya pada C? Bisa jadi A tidak tahu bahwa B bukan orang yang tepat untuk diajak cerita. Jadi branding tercipta karena keaslian pribadi anda yang sesungguhnya, tanpa dibuat-buat. Begitulah anda sesungguhnya.

  1. Integritas

“Saudara-saudara sekalian, mari kita sekarang mulai berhemat dan mengencangkan ikat pinggang untuk perpanjangan proyek bisnis kita!” seru seorang pemimpin. Suatu saat si pemimpin mesti menghadiri acara rapat 5 jam di luar kota, ia kemudian memesan kelas penerbangan bisnis dan menginap di hotel bintang lima hanya untuk rapat kerja 5 jam saja. Sontak, sekretarisnya nyeletuk begini “Hmm, kemarin dia baru saja menyerukan kepada semua orang untuk berhemat. Sekarang dia sendiri tidak bisa berhemat. Dasar orang tidak punya integritas!”

Nah, integritas menunjukkan siapa anda sesungguhnya. Apakah anda mampu mempertahankan integritas untuk branding anda? Jangan berpikir tidak ada orang yang melihat sehingga anda bisa melupakan integritas anda! Branding tercipta karena anda memiliki komitmen untuk melaksanakan statement anda. Jika tidak, buyarlah branding anda.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s