Saya Bangga Warna Kulit Saya: “Ich bin eine exotische Frau”


Sumber foto: Dokumen pribadi



“Kami punya perawatan lulur dan massage whitening terbaik. Apa ibu mau coba? Itu favorit di salon kami,” kata kasir  saat saya menyambangi salon kecantikan di suatu kota di Indonesia. Aduh, mengapa mereka yang duduk jadi kasir berpikir wanita dengan warna kulit seperti saya akan pilih whitening untuk perawatan kulit? Ini bukan kejadian pertama kali saya dianggap akan coba produk whitening. 

Saya yang mendengar pertanyaan kasir langsung geleng-geleng heran. Si kasir pun menambahi, “Banyak salon lain yang pakai produk whitening palsu. Di sini pastinya tidak. Asli. Super whitening lebih mahal tetapi langsung kelihatan hasilnya. Mau coba?”  Kasir menunjuk krim whitening dan harga perawatannya.Karena habis berlibur di pantai, perempuan biasanya ingin memutihkan kulitnya kembali, pikirnya.

Dengan sewot saya bertanya, “Mengapa ibu berpikir saya perlu perawatan whitening?” Jawabnya “Karena banyak perempuan kepengen kulit putih.” Saya balas lagi, “Oh ya? Saya tidak ingin bu. Saya suka warna kulit saya. Suami saya apalagi,” Selang tak berapa lama, suami saya masuk membawakan plastik isi sampo dan vitamin rambut yang tertinggal di mobil.Kasir tadi langsung tersenyum menyanjung, “Oh beruntung sekali ibu. Mari silahkan naik ke ruang perawatan lantai atas!”

Saya tidak tahu maksud kalimat si kasir dengan mengatakan “beruntung” saat saya jelaskan kalimat, saya suka warna kulit saya atau saat dia tahu suami saya. 

Sambil mencoba perawatan lulur dan pijat tradisional, saya adakan tanya jawab dengan terapisnya. “Mbak, memang banyak perempuan yang datang untuk program whitening?” Perempuan muda yang sudah bekerja setahun tersebut, menyahut “Banyak bu. Padahal kulitnya sudah putih. Katanya biar disayang suami” Sementara tangannya sibuk menaruh krim lulur ke tubuh saya. Sambil dipijat-pijat dia bilang “Kalau kulit kita putih penampilan jadi lebih menarik. Kayak di tivi itu, bu” Gubraks!

Jadi ini alasan sebagian perempuan ingin gunakan produk whitening. Apakah perempuan berkulit putih identik dengan cantik? Pastinya tidak. Cantik tidak ditentukan dengan warna kulit. Jangan tergoda figur publik seperti artis atau model iklan yang kebanyakan berkulit putih! Berkulit putih tidak selalu identik cantik. 

Saya bangga dengan warna kulit saya. “Ich bin eine exotische Frau” kata saya dalam bahasa Jerman. Saya adalah seorang perempuan eksotis. Saya tidak perlu berjemur untuk tanning atau solarium. Apa itu? Teknik menggelapkan kulit. Jika anda berkulit seperti saya, hayo sehatkan kulit kita! Bukan putihkan kulit.Plus jangan malu karena warna kulit yang berwarna!

Ingat loh!! Untuk teknik menggelapkan kulit, mereka perlu bayar mahal. So, bersyukurlah kita dengan kulit sehat ini! Jadi diri sendiri saja cukup. 

Setelah selesai perawatan dan hendak bayar di kasir, saya cek harganya jadi lebih mahal. “Loh, kok harganya segini bu?” tanya saya pada kasir. Kasir yang pertama sudah pergi, kasir sekarang sudah berbeda orang. Berbeda shift rupanya. “Iya, benar segitu bu” kata kasir itu. “Karena ibu ‘kan memilih perawatan whitening ya,” jelasnya. Gubraks! Rupanya susah mengubah mindset jika perempuan berkulit seperti saya ujung-ujungnya ingin perawatan whitening, pemutih kulit. Hadeuh!

Tertawa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s