Memahami Orang Lain itu Bijaksana, Memahami Diri Sendiri itu Pencerahan


Untuk menunjukkan manisnya jeruk, kau tak perlu mencicipi sekilo jeruk jika kau percaya bahwa satu jeruk yang dicicipi sudah berasa manis. Untuk apa memperlihatkan ke seluruh dunia, jika mereka percaya satu perbuatan baik sudah kau lakukan dan bermanfaat bagi banyak orang.


Di masa kini orang begitu sibuk tampil mencari keberadaan diri di muka publik. Ada yang berbagi kesenangan. Ada yang berbagi penderitaan. Ada yang berbagi keluh kesah. Ada yang berbagi kepintaran. Ada yang berbagi keberadaannya. Ada yang berbagi masalah. Dan masih banyak lagi untuk berbagi kepada orang lain sebagai bentuk eksistensi diri.

Apakah sejatinya yang dicari jika dulu kita diajarkan untuk tidak menceritakan hal yang pribadi kepada orang lain? Jika kita sudah cukup bahagia dengan yang kita alami, perlukah menunjukkan apa yang kita punya?

Kita tidak mengenal mereka sebagai pribadi dalam keseharian nyata tetapi kita bisa mengenal seluk beluk kehidupan mereka dalam dunia maya. Lalu siapakah kita jika kita protes, benci, pengen tahu bahkan berkomentar sarkasme? 

Apakah perasaan kita dipengaruhi adalah postingan mereka? TIDAK! Ngapain, buat apa? 

Atau apakah kehidupan kita dipengaruhi oleh gaya hidup mereka yang suka eksis di dunia maya?

Jadilah diri sendiri yang tidak terpengaruh dengan apa pun! Jangan takut dimusuhi bilamana tidak eksis bahkan tidak terpengaruh dengan gaya hidup kebanyakan orang yang suka memperlihatkannya di dunia maya!

Hiduplah baik sebagaimana Tuhan sudah menganugerahkannya padamu! Karena itu yang nyata. Mereka tahu bahwa kau baik ketika hidupmu bermanfaat bagi banyak orang, bukan banyaknya status atau posting yang dibuat.

Bahkan untuk berdoa pun, masuklah kamar kuncilah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang di surga.Jadi mengapa harus memberitakan isi doa agar diketahui dan disukai?

Well, hiduplah dalam dunia nyata yang mampu membedakan mana yang harus dibuktikan kepada orang lain, mana yang tidak! Hidup itu sederhana saja, tak perlu merumitkan pendapat orang lain. 

Buatlah segala sesuatu senyaman mungkin! Tidak usah merasa tidak enak dengan seseorang atau sesuatu yang merepotkan pikiranmu! Dengan demikian, kau akan tahu bahwa hidup itu indah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s