Apa yang Dapat Diceritakan Tentang Pnom Penh, Ibukota Kamboja?


Benar, menulis itu untuk melawan lupa. Seringnya berkunjung sana sini terkadang sudah keburu capek dulu untuk menulis. Mumpung masih ingat tentang ibukota Kamboja. Sebetulnya ada pesan yang masuk menanyakan wisata ke sana padahal saya hanya mampir sebentar.

Dulu saya sekitar tahun 2010 sebagai orang Indonesia masuk dengan visa on arrival (VoA) 20 Dollar. Sekarang bisa masuk tanpa VOA hanya perlu pengesahan dari border immigration. Hal ini berlaku sejak Februari 2016 lalu. Jadi silahkan berkunjung ke sini!

Boleh dibilang ini ‘Landmark’ Pnom Penh city. Sumber foto: Dokumen pribadi

Pnom Penh tak ubahnya menurut pengamatan saya, kondisi fisiknya seperti Jakarta 10 tahun yang lalu. Kotanya tidak ramah terhadap turis. Jadi bisa saja jika tak pintar menawar harga Tuk Tuk, mereka bisa menipu padahal jaraknya dekat. Belum lagi pelayanan transportasinya, yang membuat turis jengkel karena tidak seperti yang dijanjikan. Atau sopir yang ngebut menyetir mobil. Namun ada banyak juga yang ramah dan helpful terhadap wisatawan. Ya, you get what you paid!

Bagaimana menjangkau Pnom Penh lewat jalan darat:

Bilamana anda tidak menggunakan pesawat terbang, anda bisa memilih jalur darat dari dua negara. Pnom Penh akan lebih mudah dijangkau jika anda dari Vietnam (Ho Chi Minh City/HCMC) ketimbang Thailand (Pattaya). Dari HCMC sih kata petugas bis sekitar 6 jam, tetapi karena memerlukan proses imigrasi dan penyeberangan via ferry sehingga bisa memakan waktu lebih dari 6 jam.

Lalu jika dari Pattaya ke Siem Riep saja sudah menempuh 8-10 jam, meski dikatakan bisa 5-6 jam namun itu bisa dibayangkan jika harus ke Pnom Penh, bisa sehari semalam. Oleh karena itu, ada pilihan sleeper bus yang buat nyaman hingga ke Pnom Penh. Oh ya, sekarang sudah dibuka pesawat dari Pattaya ke Siem Riep langsung atau Pnom Penh, jadi tidak perlu jalur darat jika tidak menyukai lamanya perjalanan.

Berdasarkan informasi turis lain malahan ada juga yang masuk dari perbatasan Laos. Tertarik, boleh juga dicoba.

Soal kuliner

Saya tidak bisa membedakan apa kelezatan makanan lokal di sini. Namun semua makanannya terlihat lezat dengan mie berkuah. Jadi saya banyak memesan mie saja dengan irisan daging dan sedikit sayur.

Di kota ini juga jarang dijumpai makanan halal bagi wisatawan muslim. Jadi sebaiknya ditanyakan dulu menu restoran sebelum memesan makanan. Meski itu mie kemasan cup yang langsung seduh di cup juga ternyata ada yang tidak halal. Seiring dengan terbukanya Pnom Penh dengan dunia luar, termasuk pariwisata yang berarti hilir mudiknya wisatawan, mereka juga dengan ramah menjelaskan seperti restoran yang menjual makanan halal.

Tak mudah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris namun mereka juga bisa menerima transaksi pembayaran dengan Dollar Amerika. Menarik bukan? Padahal mereka dulu sempat jadi koloni Perancis. Hal ini terlihat dari makanan lokal yang disisipkan dalam baguette atau roti perancis bersama sayuran. Makanan ini dijajakan bebas layaknya pedagang kaki lima. Hanya lupa menanyakan apa nama makanan tersebut.

Hal yang menarik

 

‘The Royal Palace’ yang tutup saat saya datang. Sumber foto: Dokumen pribadi
  • Saya tidak mengeksplor banyak karena kedatangan saya yang cuma mampir sebentar. Namun saya penasaran dengan Royal Palace yang terlihat dari jauh warna keemasannya. Si petugas hotel sudah memberi tahu ada baiknya saya menggunakan pakaian yang sopan seperti tidak pakai rok atau celana mini. Ternyata setelah sampai sana, loket karcis tutup. Rupanya ada jam istirahat jam 11-14 siang. Jadi saya tidak diperkenankan masuk ke dalam. Sebaiknya tidak datang di hari minggu karena banyak yang datang.
1-2
Sungai mekong yang sepertinya sedang meluap. Sumber foto: Dokumen pribadi
  • Sungai mekong juga membelah kota Pnom Penh. Penduduk setempat mengatakan pemandangannya akan indah jika sunset tiba. Sayangnya saya tidak bisa melewati keindahan sunset di sungai tersebut.
  • Banyak dijumpai kasino juga.

Sekian dulu hasil pandangan empat matanya. Namun menarik jika bisa mengeksplornya lebih lama. Selamat berpetualang!

One thought on “Apa yang Dapat Diceritakan Tentang Pnom Penh, Ibukota Kamboja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s