Berapa Banyak Uang yang Diperlukan Untuk Hadiah Pernikahan?


‘Berapa banyak uang yang layak diberikan sebagai hadiah pernikahan?’ Jika pertanyaan ini muncul dalam benak anda sekarang, anda tak sendiri. Saya pun dibuat bingung saat menghadiri resepsi pernikahan mengenai berapa banyak uang yang layak diberikan kepada sepasang pengantin. Baik budaya timur maupun budaya barat cenderung setipe dalam pemberian hadiah pernikahan saat resepsi. Namun bagaimana kelayakannya?

Baru-baru ini seorang ahli marketing bernama Utpal M. Dholakia di Amerika merilis jurnal tentang hal itu. Dalam Psychology Today, menurutnya ada 4 metode yang digunakan kebanyakan orang untuk memberi hadiah pernikahan. 

1. Metode penghitungan ekonomi

Saya pernah menghadiri resepsi di hotel bintang lima di Jakarta. Tentu saya pun harus berdandan yang mengubah penampilan agar layak jadi tamu undangan. Nah, saya pun pernah juga menghadiri resepsi pernikahan sederhana tanpa kemewahan. Tentu penampilan saya pun tidak glamour karena menyesuaikan kondisi resepsi pernikahan. 

Jadi penampilan untuk hadir dalam resepsi pernikahan pun disesuaikan dengan kondisi pesta yang diselenggarakan pengantinnya. Demikian pula pemberian hadiah kepada sang pengantin. Tentu biaya resepsi pernikahan memakan biaya yang fantastis dengan sajian hidangan yang menawan undangan di hotel bintang lima. Rasanya sebanding pula dengan hadiah yang diberikan kepada pengantin sesuai besaran pesta diselenggarakan.

Metode ini menjelaskan bahwa pemberian hadiah bergantung seberapa banyak pengantin menghabiskan anggaran resepsi. Jika pesta mewah tentu hadiahnya pun sebanding. Itu yang dijadikan patokan perhitungan ekonomi buat hadiah kedua mempelai.

2. Metode timbal balik 

Pernah suatu kali ibu saya mencatat nama dan besaran hadiah, uang atau barang yang diberikan tamu undangan. Saya tanya tujuannya lalu ibu saya membalas bahwa ini akan mengingatkannya saat tamu undangan yang dimaksud menggelar hajatan. 

Katakanlah si tamu memberikan 300 ribu rupiah dalam resepsi pernikahan maka berikutnya tamu tersebut akan mendapatkan jumlah yang sama saat menggelar resepsi. Saya pikir ini cara kuno ibu saya namun ternyata tidak juga, beberapa rekan saat kami berangkat ke resepsi pernikahan ternyata juga melakukan itu. Rekan saya memberikan sejumlah hadiah sesuai yang diterimanya saat dia menikah dulu. 

Metode ini disebut timbal balik atau the reprocity method dimana orang memberikan hadiah berdasarkan perhitungan hadiah yang pernah diterima sebelumnya.

3. Metode ikatan emosional

Jika saudara atau sepupu menggelar hajatan pernikahan biasanya kita sibuk terlibat dalam persiapannya. Suatu kali saya berdiskusi dengan adik saya mengenai besaran uang yang akan diberikan kepada sepupu kami yang akan menikah. Dia menceritakan bahwa dia sudah memberikan dukungan dalam persiapan seperti undangan dan buku misa yang akan digunakan dalam misa kudus. Belum lagi dia membantu dalam photo per wedding. Itu artinya ia memberikan melebihi hadiah pernikahan yang biasa diberikan kepada teman-temannya.

Metode ikatan emosional lebih menekankan pola kekerabatan antara anda dengan si pengantin. Jadi bentuk hadiah yang diberikan melebihi apa yang selama ini anda berikan kepada orang lain. Atau bentuk hadiah yang diberikan juga tidak terhitung secara nominal karena hubungan kekerabatan dalam keluarga.

4. Metode kemurahan hati

Suatu kali teman kerja menikah, masing-masing staf mendapatkan undangan untuk hadir dalam resepsi. Lalu pimpinan menggelar pertemuan informal usai makan siang mengenai hadiah yang bisa diberikan kepada pengantin, yang adalah rekan kerja kami. Diputuskan bahwa kami akan membelanjakan uang angpao dari setiap staf yang dikoordinasikan oleh satu orang. Total uang dibelanjakan untuk membeli perabotan rumah tangga seperti kompor gas, kulkas, dan rice cooker. Kami berharap hadiah ini jadi modal berumah tangga.

Tidak semua pengantin yang merencanakan pernikahan memiliki biaya untuk menggelar resepsi. Setelah mendengar seorang teman harus menikah mendadak karena sudah hamil terlebih dulu maka keluarga pun mengumpulkan bala bantuan untuk menggelar hajatan. Sahabat si pengantin menyumbangkan makanan untuk tamu undangan, yang lain membantu biaya nikah di KUA dan catatan sipil lalu yang lain membantu pembiayaan tenda dan kursi tamu. Semua itu ditujukan karena kemurahan hati.

Metode terakhir ini memang berbeda, didasarkan pada kemurahan hati kepada pengantin bukan karena ikatan emosional kekerabatan, adanya timbal balik apalagi patokan ekonomi besaran pesta. Hal ini dikarenakan karena kita yang dijadikan tamu undangan bermurah hati menolong sang pengantin yang kekurangan biaya resepsi nikah misalnya. Contoh lain, kita bermurah hati memberikan hadiah lebih karena pengantin adalah sahabat terbaik atau rekan kerja seperti contoh saya di atas.

Well, good to know ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s