Penyebab Perempuan Lakukan Sologamy


Kemajuan modernisasi yang bertumbuh karena berbagai tren dan gaya hidup, telah menciptakan pilihan baru. Pernah dengar menikahi diri sendiri? Sologamy (self-marriage)  adalah pilihan hidup menikahi diri sendiri. Ada? Tentunya. Bahkan gaya hidup ini lebih banyak diminati perempuan.

Terusik oleh artikel ini bahwa semakin banyak perempuan cenderung menikahi diri sendiri, saya tertarik untuk menelisik penyebabnya.Tren yang sudah muncul sejak dua puluh tahun lalu ini diawali oleh seorang perempuan tahun 1993. Dia mengucapkan janji pernikahan dan mengenakan cincin kawin layaknya pernikahan pada umumnya. 

Di artikel lain dituliskan bagaimana tren ini jadi semakin berkembang karena didukung oleh teman-teman mereka sendiri yang jadi bridesmaids. Industri pun melirik tren ini agar populer dengan menyediakan paket khusus wedding sologamy seperti undangan, gaun pengantin, kue dan hotel. Wow!

Mengacu pada fenomena tersebut, sebagai perempuan ini adalah opini saya yang menjadi penyebabnya.

1. Kesalahpahaman memahami emansipasi

Emansipasi yang sudah diusung sejak permulaan 1900-an sebagai pertanda keseteraan gender antara pria dan wanita dimulai. Emansipasi membuktikan bahwa perempuan juga punya kekuatan dan kemampuan yang sepadan dengan laki-laki. Namun tren hidup yang berputar disalahpahami dengan perempun tak butuh lelaki. Baik laki-laki maupun perempun, kita saling membutuhkan satu sama lain.

2. Sudah nyaman dengan diri sendiri, dibandingkan hidup bersama orang lain.

Sebagai makhluk sosial, kita seyogyanya paham bagaimana membangun relasi yang saling melengkapi satu sama lain. Ketika beranggapan bahwa hidup ini sudah cukup nyaman buat diri sendiri, tanpa kehadiran orang lain. Maka berhati-hatilah agar anda tidak larut dengan diri sendiri dan lupa pada usia perkembangan psikologis bahwa anda perlu orang lain. 

3. Pengalaman trauma masa lalu

Apa pun masa lalu yang ada di belakang anda, jadikan itu pelajaran untuk lebih baik lagi. Jangan biarkan masa lalu memenjarakan perasaan dan pikiran anda! Ini membuat trauma berkepanjangan yang berujung terlalu percaya pada diri sendiri dan tidak mempercayai orang lain. Bagaimana bisa menikahi orang lain bilamana anda tidak menaruh percaya pada orang lain?

4. Kemandirian yang modern

Mereka yang melakukan sologamy dipercaya merupakan perempuan mandiri yang merasa hidupnya sudah mumpuni. Toh modernisasi menciptakan pula kemajuan teknologi memiliki anak tanpa menikah misalnya, bila seorang perempuan ingin jadi ibu. Maka perempuan kini bisa mengalami rasanya jadi ibu tanpa berhubungan dengan lelaki. Ini salah kaprah ya.

Bagi mereka yang menjalankan sologamy, pilihan hidup ini mungkin membahagiakan. Namun menurut pendapat saya sendiri, kebahagiaan itu saat kita bisa menemukan diri sendiri lewat kehadiran orang lain. Ini yang disebut belahan jiwa. 

Ada pendapat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s