Apa Gaya Komunikasi Kamu Saat Traveling?


wpid-IMG-20140316-WA0011.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi.

Suka traveling atau berpetualang mengunjungi tempat baru, apakah kini jadi minatmu? Jangan salah, remaja pun perlu memperluas cakrawala dengan berkunjung ke tempat baru, dari yang populer hingga tempat anti mainstreaming yang jarang dikunjungi. Apa pun itu jadikan sebagai pengalaman berharga.

Berdasarkan pengamatan, berikut gaya komunikasi yang ditentukan selama traveling khas anak muda yang terbaca dari kebiasaan dan intensitas komunikasi yakni:

1. Inisiator

Kamu mungkin dapat ide pergi ke sana karena temanmu yang memulainya. Atau ide temanmu berpetualang jadi kejutan yang membahagiakan saat kamu ultah. Lain lagi tipe inisiator adalah mereka yang suka mengkomunikasikan ide atau gagasan seputar taveling. Tipe inisiator suka mengeksplorasi tujuan wisata atau destinasi yang menarik. Mereka termasuk tipe inisiator bila mereka selalu memulai rancangan itinerary atau agenda perjalanan.

2. Follower

Apakah kamu suka berkata, “Saya ikut saja apa yang jadi rencana kalian”? Tipe follower adalah mereka yang tak suka memperdebatkan soal destinasi wisata. Mereka juga akan mengikuti apa yang jadi keputusan kebanyakan orang. Mereka hanya tak mau berisiko berpergian sendiri. Sepanjang perjalanannya menyenangkan dan mengasyikkan, tipe follower akan ikut serta. Mereka peduli dengan pertemanan, bukan soal sensasi petualangan traveling. Follower merupakan orang yang asyik untuk diskusi traveling, tetapi sulit untuk diajak ambil keputusan.

3. Negosiator

Kamu akan melihat tipe negosiator untuk mereka yang pandai membujuk teman lain untuk pergi ke tempat wisata yang jadi target mereka. Mereka akan senang jika mereka berhasil mendialogkan agenda perjalanan bersama-sama. Biasanya tipe inisiator dan negosiator sering terlihat asyik memperdebatkan rencana perjalanan. Tipe negosiator juga asyik bilamana diajak untuk menawar harga saat membeli cinderamata. Mereka akan mempertimbangkan untuk membeli di pasar rakyat yang khas buat beli sovenir, ketimbang pasar supermarket dengan harga pasti.

4. Gadget maniak

Apakah kamu tak bisa berhenti memegang gadget meski sedang traveling? Entah gadget buat main hingga mencari lokasi wisata. Mereka akan berusaha terhubung dengan internet meski di luar negeri sekalipun, mereka akan membeli provider telpon lokal. Mereka akan merasa mati gaya jika tidak ada gadget. Padahal saya pernah hidup tanpa gadget saat traveling karena kurang sinyal seperti di pegunungan atau pulau terpencil, ternyata asyik juga. Namun gadget untuk tipe ini menjadi andalan, sebagai misal alat bantu berkomunikasi dengan penduduk lokal. Jadi meski sedang traveling, mereka tak takut tersesat atau merasa sendirian saat solo trip karena gadget.

So, boys and girls dari empat gaya komunikasi di atas, manakah tipe kecenderunganmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s