Mengamati Sosis, Jajanan Lokal (Street Food) Asia


Sosis merupakan makanan keseharian orang Jerman. Karena menjadi makanan khas dan digemari banyak orang di Jerman maka ada banyak varian sosis khas Jerman ini. Di Jerman, sosis disebut wurst. Ada 12 varian wurst yang jadi kebanggaan masyarakat Jerman dengan resep rahasia dan disukai. Silahkan cek di sini!  Namun sebenarnya bisa lebih dari 12 varian tergantung penyajiannya juga. 

Sosis yang saya temui di Korea Selatan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Sarapan pagi pertama saya di Seoul. Tebak yang mana sosis lokalnya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Anyway, bagaimana sosis di Asia? Tak banyak yang saya ketahui, namun saya ambil contoh Korea Selatan dan Thailand.Di Seoul, ini jadi salah satu makanan pertama saya. Saya masuk ke pasar tradisional yang letaknya tak jauh dari penginapan. Sosis di Seoul dikenal nama resminya Sundae. Aslinya sosis di Korea ini terbuat dari bahan dasar daging babi (pork), namun sekarang bisa dijumpai juga sosis sea food. 

Di Korea Selatan, sundae jadi makanan lokal dan termasuk street food juga. Meski berasa aneh di lidah, makanan pagi saya terdiri dari sundae, kimchi, nasi yang dibuat seperti sushi dan sayuran berkuah.Walau pun street food, harganya lumayan mahal juga. Selama berkunjung ke Korea Selatan, sundae ternyata banyak disajikan di restoran pula. Katanya, ini termasuk makanan yang disukai.

Sosis lokal yang ditemui di pedagang kaki lima di Thailand. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Beranjak ke Thailand, sosis lokal bisa ditemukan sebagai jajanan street food juga karena dijual di pinggir jalan oleh pedagang kaki lima. Sementara waktu saya memesan curry wurst di restoran Jerman di Thailand rasanya sangat lezat. Si pelayan resto yang adalah perempuan Thai bercerita bahwa mereka benar-benar memproduksinya sendiri alias bukan buatan pabrik. Si pemilik resto adalah seorang pemuda Jerman yang menikahi perempuan Thai. Oh!!! Untuk di jalanan saya tidak berhasil mencoba sosis ini.

Sosis lokal Thailand diberi nama resmi Sai Ua. Saat saya tanya ke orang Thai pelafalannya tidak jelas jadi saya me-goggling-nya. Yups, sai ua berasal dari wilayah utara Thailand dan Myanmar. Bila dilihat bentuknya isi didalamnya merupakan daging babi (pork) yang dicincang dengan bumbu kari merah. Di pedagang kaki lima, sai ua diasapkan dan digantung seperti layaknya pembuatan sosis yang saya temui di Jerman. Bila ada yang order, pedagang ini baru memanggangnya. Sosis lokal ala Thai ini memang lebih enak homemade meski sekarang jika pergi ke gerai Seven Eleven saja mudah dijumpai.

Well, good to know!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s