Ayo Berubah Jadi Lebih Baik! Sssttt, Sudah 2017 Loh… 


Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ada teman yang berencana ingin berhenti merokok. Setiap merokok, dia berkata ke saya, “Tenang Anna, ini rokok terakhir saya.”  Ternyata sudah lima tahun dia mengatakan itu, hingga kini dia masih merokok. Kapan mau berubah? 

Lain lagi teman lain, dia adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta. Saat saya bertanya kapan dia lulus,  dia pun menjawab akan menyelesaikan  skripsinya tahun ini. Rupanya ini sudah tahun ketiga dia mengatakan akan menyelesaikan skripsinya. Bayangkan di penghujung tahun ini pun dia belum memulai susun skripsinya. 

Ada banyak lain di luar sana, saya dan juga anda punya komitmen untuk berubah. Pergantian tahun dijadikan sarana untuk refleksi dan mengubah hidup,  namun nyatanya sudah berganti tahun perubahan  itu belum terjadi. Apa yang salah? 

Kita cenderung sibuk dengan  hal-hal yang menyenangkan namun tidak penting. Sementara perubahan adalah hal yang tidak menyenangkan tapi penting dilakukan. Jadi bersiaplah menghadapi hal tidak menyenangkan jika ingin berubah. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Faktanya begitulah perubahan! 

Mulailah yang penting dilakukan untuk perubahan, misalnya ingatkan diri untuk tidak merokok, selesaikan skripsi, dll. Jika memulai sudah dilakukan ternyata mempertahankan menjadi lebih sulit. Jadi berubah itu jangan setengah-setengah! Total berubah. 

Mereka yang sering berjanji untuk berubah nyatanya tidak mengalami perubahan. Sementara mereka yang diam-diam malahan menunjukkan perubahan. Mengapa? Rupanya kebanyakan janji justru mengekang diri sendiri (self-control) sehingga menguras energi mental. Ini yang menyebabkan kita mudah menyerah sehingga sulit membuat perubahan. Apa iya? 

Dalam sebuah penelitian eksperimen, seorang Psikolog Roy Baumeister membagi dua kelompok mahasiswa. Masing-masing kelompok diperlihatkan secara nyata pembuatan kue coklat yang lezat. Mahasiswa yang jadi responden pun dapat mencium wanginya kelezatan kue coklat tersebut. Siapa pun yang melihat dan mencium pembuatan kue coklat pasti ingin mencicipinya. Kelompok mahasiswa pertama tidak diberikan kue coklat, mereka hanya dijanjikan saja bahkan mereka dilarang menikmati kue coklat yang mereka lihat dan cium dalam ruangan tersebut. 

Lanjut kelompok mahasiswa kedua mereka diberi kebebasan  untuk menikmati kue coklat. Kedua kelompok mahasiswa pun diberi tugas menyelesaikan soal matematika. Ternyata mahasiswa di kelompok pertama lebih mudah menyerah dua kali lebih cepat dalam menyelesaikan soal matematika dibandingkan kelompok kedua. Apa artinya? 

Studi ini menegaskan tentang sel control yang justru malah menguras mental sehingga lebih mudah menyerah. Bagaimana mau berubah jika kita sudah menyerah dan merasa lelah di tengah jalan? 

Jadi perubahan itu boleh membuat due  date seperti dalam waktu tiga bulan skripsi selesai dsb tetapi yang terutama adalah will power yakni kehendak dalam diri untuk mau berubah. Perubahan itu bukan ditentukan orang lain atau eksternal faktor tapi kehendak diri sendiri.  

Sssttt, tinggal dua hari lagi 2017. Perubahan apa yang ingin dilakukan? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s