Mengapa Rumah di Jerman Punya Banyak Jendela? 



Rumah di Jerman dari kejauhan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ketika saya dan suami memutuskan berumah tangga, kami sepakat untuk tinggal di suatu kota dengan menyewa sebuah rumah. Saat memilih rumah, suami saya sangat concern untuk memperhatikan sirkulasi udara rumah. Ciri rumah tersebut adalah banyaknya jendela dalam setiap ruang. 

Yup, jika saya amati rumah-rumah di Jerman memiliki jendela yang banyak. Bahkan jendela-jendala itu tidak hanya untuk sirkulasi udara namun pencahayaan yang bagus, pendapat suami. 

Berbeda di rumah saya di Jakarta, rumah kami tertutup karena ada AC sebagai pendingin ruangan. Begitu pula, jendela juga tidak banyak. Selain itu, hasil kunjungan saya ke beberapa rumah adat di Indonesia, rumah tradisionalnya dibangun bahkan ada yang tanpa jendela. Mereka melakukan apa saja termasuk memasak di dalam rumah tanpa dibiarkan asap keluar rumah, hanya melalui pintu masuk atau pintu keluar saja. 

Begitu saya dan suami memilih rumah, jendela sebagai pencahayaan dan sirkulasi udara menjadi penentu. Maklum tidak banyak rumah yang memiliki pendingin udara, jadi perlu membiarkan udara masuk agar terasa nyaman dan adem. Rumah di Jerman memang harus memiliki penghangat ruangan atau Heizung yang dimanfaatkan saat musim dingin tiba. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s