Seperti Apa Anda Dikenal Dari Ucapannya?


Ada pepatah berbahasa Jerman dari guru saya, “von deine Sprache, kenne Ich Dich” yang diterjemahkan bebas, “Dari ucapanmu, saya mengenalmu.”

Apa anda percaya bahwa orang akan menebak karakter anda hanya dari ucapan? Mungkin saja iya, misalnya anda bisa mendapati pasangan atau sahabat anda jujur atau berbohong hanya dari ucapannya. Atau, anda bisa mengetahui perangai seorang ‘playboy’ dari kalimat rayuan yang meluncur dari mulut pria itu. 

Mungkin saja tidak, bahwa kita tidak bisa menebak seperti apa karakternya hanya berdasarkan ucapannya. Itu betul, kita perlu analasia psikologi lebih dalam melalui berbagai tes kepribadian. 

Namun, siapa sangka bahwa hanya dari ucapan kita sudah bisa menebak seseorang misalnya, humoris, bijaksana, pemarah, ‘sok pintar’ atau sebenarnya dia memang pintar. Jadi ucapan yang terlontar sudah bisa menggambarkan seperti apa anda dikenal oleh orang sekitar anda.

Bahkan mereka yang mengenal anda bisa jadi rindu dengan aneka ucapan anda yang lucu, mengesankan atau membuat suasana menjadi menyenangkan. Atau ucapan anda bisa menenangkan, menginspirasi dan terdengar bijaksana. 

Namun ada pula dari ucapan, mereka yang mengenal anda tidak mengerti apa yang diucapkan. Ada? Tentu ada. Dulu saya punya teman saat rapat sering menggunakan bahasa yang tidak tepat, terlalu akademisi, sok gunakan kata yang kebarat-baratan atau politis. Alhasil kita yang mendengarkan tidak bisa paham apa yang  diucapkannya. Dan kita pun tidak bisa mengenal dengan baik seperti apa teman saya itu. 

Ada juga yang setiap berbicara di depan umum selalu mengesankan, menyenangkan dan menginspirasi. Banyak orang yang mengenalnya secara publik pun suka jika orang yang berbicara di depan umum itu berbicara. Ia bisa saja dibayar hanya karena ucapannya. 

Lain orang, lain pula ucapannya. Ada orang yang harus tampil di depan publik namun dia sebagai pembicara tidak mengerti ucapannya apalagi mereka yang mendengarkannya. 5 Menit pertama dia mengerti, orang yang mendengarkannya tidak. 5 Menit kedua dia dan orang yang mendengarkannya sama-sama tidak mengerti. Lucu ya!

Kembali ke topik, ucapan itu berasal dari pribadi anda. Jika anda tidak bisa memahami apa yang anda ucapkan, bagaimana dengan orang lain? Berbicaralah sebagaimana mereka memahami anda. Itu sudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s